Semarang – Tuntutan masyarakat terhadap pendidikan tinggi saat ini terus meningkat dan berkembang. Perguruan tinggi diharapkan bukan hanya menghasilkan lulusan yang baik untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja tetapi juga dalam meningkatkan daya saing bangsa. Hal ini dapat dicapai melalui peningkatan kualitas dan kapasitas pendidikan tinggi dengan menghasilkan produk riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia hal itu disampaikan Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama saat rapat senat akademik terbuka dalam acara Dies Natalis Undip ke-61 yang mengusung tema “Internasionalisai, Sinergis, Akseleratif  dalam Rangka Menuju 500 Besar Universitas Kelas Dunia” Senin (15/10) di Gedung Prof. Soedarto, SH Undip  Tembalang.

Rektor mengatakan upaya percepatan pencapaian visi Universitas Diponegoro menjadi universitas riset yang unggul, pada saat yang sama juga menjadi salah satu “pemain penting” di dunia pendidikan tinggi di tingkat internasional. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk mencapai World Class University melalui program internasionalisasi harus dilakukan secara sinergis dengan melibatkan seluruh unit yang ada termasuk seluruh mitra Undip dan dukungan pemerintah agar proses pencapaian visi Undip bisa lebih akseleratif . Oleh kerena itu, ibu Menteri dan ibu bapak hadirin sekalian, tema Dies Natalis Universitas Diponegoro yang ke 61 tahun 2018 ini adalah Internasionalisasi, Sinergis, Akseleratif”ujarnya.

Peringkat Undip Meningkat

“Upaya yang kami terapkan selama 4 tahun terakhir tampaknya mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Jika dilihat dari hasil pemeringkatan di Kemenristekdikti, posisi Undip secara Nasional terus meningkat. Pada tahun 2015 berada pada posisi 10, tahun 2016 posisi 9, tahun 2017 pada posisi 6 dan pada tahun ini 2018, Undip berada pada posisi 5 nasional.

Disamping itu, berdasarkan penilaian lembaga pemeringkatan internasional, posisi Undip juga cukup membanggakan. Misalnya khusus untuk tahun 2018  Untuk ranking Greenmetric, Undip berada pada ranking 6 se Indonesia dan 103 dunia, untuk ranking QS, Undip berada pada posisi 8 di Indonesia, 240 Asia dan 801+dunia dan  untuk ranking Scimago yakni berbasis publikasi di Scopus, undip menduduki posisi ke 1 se Indonesia.

Namun kami akan terus bekerja keras untuk lebih meningkatkan peringkat Undip di tahun-tahun mendatang untuk menjadi 500 besar universitas kelas dunia: “Toward Top 500 World Class University” kata Pakar Hukum Acara Tata Usaha Negara ini.

“Perlu kami sampaikan bahwa peringkat bukanlah tujuan utama, tetapi merupakan dampak dari upaya perbaikan yang dilakukan. Namun perlu saya sampaikan bahwa indikator-indikator yang digunakan dalam berbagai peringkat tersebut ternyata juga sejalan dengan indikator dari PTNBH dan visi Undip.

Salah satu upaya besar untuk mencapai visi universitas adalah dengan memberikan kesempatan dan fasilitas penelitian melalui peningkatan pendanaanya secara signifikan. Tahun 2018 ini kami canangkan sebagai tahun Laboratorium, dimana kami mengalokasikan dana besar untuk memperbaharui peralatan laboratorium pendidikan dan laboratorium riset yang ada di Undip, sehingga produk riset dan inovasi akan semakin berkembang” pungkasnya.