Evaluasi Hasil Belajar

Evaluasi Hasil Belajar adalah kriteria penilaian yang dilakukan secara bertahap terhadap pencapaian IPK untuk menentukan kemampuan mahasiswa dalam melanjutkan studi. Evaluasi hasil belajar mahasiswa untuk suatu mata kuliah dilakukan oleh seorang dosen atau tim dosen untuk memantau proses dan perkembangan hasil belajar mahasiswa. Evaluasi dapat dilakukan dengan cara observasi, pemberian tugas, ujian tertulis dan/ atau ujian lisan. Ujian dapat diselenggarakan melalui kuis, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan ujian tugas akhir/ skripsi. Evaluasi hasil belajar mahasiswa program sarjana dari SMA atau sederajat:

a. Tahap I dilakukan pada akhir semester 3 (tiga) dengan ketentuan:

  1. telah memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang dapat dievaluasi untuk memenuhi syarat pada pelaksanaan TOEFL;
  2. mampu mengumpulkan paling sedikit 35 (tiga puluh lima) sks dengan IPK = 2,50 (dua koma lima nol);
  3. apabila mampu mengumpulkan > 35 (tiga puluh lima) sks, tetapi IPK < 2,50 (dua koma lima nol) maka diambil nilai tertinggi sampai sejumlah 35 (tiga puluh lima) sks dengan IPK = 2,50 (dua koma lima
    nol)

b. Tahap II dilakukan pada akhir semester 7 (tujuh) dengan ketentuan:

  1. mampu mengumpulkan paling sedikit 85 (delapan puluh lima) sks dengan IPK = 2,75 (dua koma tujuh lima);
  2. apabila mampu mengumpulkan > 85 (delapan puluh lima) sks, tetapi IPK < 2,75 (dua koma tujuh lima) maka diambil nilai tertinggi sampai sejumlah 85 (delapan puluh lima) sks dengan IPK = 2,75 (dua koma tujuh lima).

c. Tahap III dilakukan pada akhir program

Selambat-lambatnya pada akhir semester 14 (empat belas), mahasiswa harus sudah mengumpulkan dan lulus semua beban sks yang ditetapkan untuk program sarjana dan IPK = 2,00 (dua koma nol nol).

English English Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia