Sejarah

Kebijaksanaan Pembangunan Nasional Indonesia telah menggariskan bahwa industrialisasi merupakan langkah yang harus diambil untuk mencapai sasaran pokok yang ingin dicapai di bidang ekonomi dan mencapai tujuan nasional, yaitu masyarakat adil makmur berdasarkan Pancasila.

Terlebih lagi di Jawa Tengah, kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi untuk mengembangkan potensi di wilayah ini dirasa cukup tinggi. Hal ini mendorong pembentukan Program Studi Teknik Industri di Universitas Diponegoro yang merupakan Universitas terbesar di ibukota Jawa Tengah.

Perjalanan berdirinya Program Studi Teknik Industri diawali dengan Pembentukan Tim Penyusun Usulan Pembukaan Program Studi S-1 Teknik Industri SK Dekan No. 60/PT09.H4.FT/SK/X/96 tertanggal 22 Oktober 1996, yang bertugas membuat evaluasi kelayakan, dengan mempertimbangkan Sumber Daya yang dimiliki Fakultas Teknik pada khususnya dan Universitas Diponegoro pada umumnya.

Setelah dipandang cukup layak perjalanan ijin pendirian dikirim ke Dirjen DIKTI pada bulan Juni 1997. Konsultasi dan audiensi dilakukan beberapa kali, terutama dengan Konsorsium Teknologi, menyangkut warna/ciri kurikulum Teknik Industri di Universitas Diponegoro dan tahapan pengembangan Laboratorium.

Untuk mempersiapkan kunjungan Tim Konsorsium ke UNDIP dalam rangka melihat secara langsung sarana dan prasarana yang dimiliki, dibentuk Kepanitiaan Penerimaan Tim Konsorsium Teknologi berdasarkan SK. Dekan No. 120/PT09.H4.FT/SK/XII/97 tertanggal 10 Desember 1997. Sedangkan peninjauan Tim Konsorsium Teknologi dilaksanakan tanggal 6 Januari 1998.

Pada akhirnya Program Studi Teknik Industri berdiri berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pendidikan Tinggi Nomor No. 50 /DIKTI/KEP.1998 turun tertanggal 23 Februari 1998. Tanggal 23 Februari, nantinya akan digunakan sebagai hari kelahiran Teknik Industri (Dies Natalis).