DTI Undip Gelar Rangkaian Visiting Professor, Hadirkan Akademisi Global dari Swedia hingga Jepang

SEMARANG – Departemen Teknik Industri (DTI) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (Undip) sukses menyelenggarakan serangkaian kuliah umum dan seminar dengan menghadirkan empat akademisi terkemuka dari berbagai negara sebagai Visiting Professor. Kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen mengenai isu-isu global, mulai dari studi lanjut, manajemen risiko, kesehatan lingkungan termal, hingga keberlanjutan industri.

Berikut adalah rangkuman dari empat sesi Visiting Professor yang telah dilaksanakan:

1. Studi Lanjut dan Peluang Beasiswa di Swedia

Sesi pertama, yang berfokus pada kesempatan studi di Eropa Utara, diadakan pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Gedung Dekanat Fakultas Teknik (FT) Undip.

  • Narasumber: Noél Holmgren, Dekan Fakultas Sumber Daya Alam dan Ilmu Pertanian Sveriges Landbrukuniversitet (Swedish University of Agricultural Sciences), dan Titi Holmgren, Direktur dan Konselor Studi dan Karir Nordic Student Service.
  • Inti Materi: Titi Holmgren, seorang warga negara Indonesia yang memiliki pengalaman panjang belajar dan tinggal di Swedia, memaparkan secara mendalam mengenai sistem pendidikan tinggi di negara Nordik serta perbedaannya dengan Indonesia. Selain itu, ia juga merinci peluang beasiswa yang tersedia bagi pelajar asing, seperti Swedish Institute Scholarship for Global Professional dan Erasmus. Sesi ini juga menghadirkan Mujiya, alumni Undip, yang berbagi pengalaman praktis tentang cara mendaftar kuliah dan beasiswa pemerintah Swedia

2. Pengelolaan Risiko Bisnis dalam Perspektif Tata Kelola

Pada Rabu, 29 Oktober 2025, DTI Undip menggelar sesi daring yang membahas pentingnya pengelolaan risiko di era modern.

  • Narasumber: Prof. dr. Peter Verhezen, Profesor untuk Bisnis di Pasar Berkembang, Strategi, dan Tata Kelola & Keberlanjutan di University of Antwerp, serta Geopolitik, Sejarah Global & Filsafat di Antwerp Management School.
  • Inti Materi: Dalam materinya yang bertajuk “Enterprise Risk Management: A Governance & Management Perspective”, Prof. Verhezen menyoroti pentingnya pengelolaan risiko yang terpadu (Enterprise Risk Management) dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Beliau juga menekankan bahwa di tengah dominasi kecerdasan buatan (AI), manusia perlu mengembangkan kapabilitas yang tak tergantikan melalui model CARE: Critical Thinking, Agile Mindset, Results Focused, dan Emotional Intelligence.

3. Dampak Lingkungan Termal terhadap Kualitas Tidur

Isu kesehatan dan lingkungan menjadi fokus dalam kuliah umum daring yang diselenggarakan pada Jumat, 31 Oktober 2025.

  • Narasumber: Prof. Kazuyo Tsuzuki dari Kansai University, Jepang.
  • Inti Materi: Materi “Thermal Environment and Sleep Quality” mengeksplorasi pengaruh kondisi suhu ruangan terhadap kualitas tidur. Prof. Tsuzuki memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa meskipun pengukuran objektif (seperti waktu tidur yang lebih cepat dan berkurangnya terbangun di malam hari) menunjukkan peningkatan, peserta secara subjektif tidak selalu merasakan perbedaan kualitas tidur yang signifikan. Hal ini menegaskan pentingnya pengujian fisik yang akurat dalam menilai hubungan antara lingkungan termal dan kualitas tidur.

4. Peluang Riset Keberlanjutan dalam Teknik Industri

Rangkaian Visiting Professor ditutup dengan diskusi mengenai arah riset masa depan pada Kamis, 6 November 2025, yang diselenggarakan secara daring via Zoom.

  • Narasumber: Prof. Shuo-Yan Chou.
  • Inti Materi: Prof. Chou, dalam sesi “Emerging Sustainability Research Opportunities in Industrial Engineering”, menjelaskan bagaimana ketidakpastian pada supply (pasokan), demand (permintaan), dan policy (kebijakan) memengaruhi keberlanjutan industri. Ia menyoroti peran sentral Internet of Things (IoT) dalam memanfaatkan data untuk optimalisasi sistem industri dan mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan, sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan energi di masa depan.

“Rangkaian kegiatan Visiting Professor ini adalah komitmen DTI Undip dalam memberikan wawasan global kepada civitas akademika. Dengan menghadirkan pakar-pakar internasional, kami berharap mahasiswa dan dosen dapat terinspirasi untuk melakukan riset yang relevan dengan tantangan global, serta memanfaatkan peluang studi lanjut di luar negeri,” ujar perwakilan DTI Undip.